Pidato Pengunduran Diri Presiden Soeharto dan Alasannya

Berikut ini merupakan rangkaian peristiwa berakhirnya atau runtuhnya pemerintahan orde baru yaitu Peristiwa Mundurnya Presiden Soeharto Beserta Alasan Alasannya, presiden soeharto mengundurkan diri, dan munculnya sebuah pertanyaan presiden soeharto mengundurkan diri pada tanggal atau kapan presiden soeharto mengundurkan diri?, alasan soeharto mengundurkan diri sebagai presiden, pidato pengunduran diri soeharto.

Peristiwa Mundurnya Presiden Soeharto Beserta Alasan-Alasannya

Gerakan reformasi di Indonesia disponsori oleh para mahasiswa. Para mahasiswa mengajukan beberapa tuntutan kepada pemerintah yang dituangkan dalam agenda reformasi.

Tuntutan reformasi tahun 1998

Berikut ini tuntutan para mahasiswa tersebut.

a. Pemerintah segera mengatasi krisis ekonomi.

b. Menuntut dilaksanakannya reformasi di segala bidang.

c. Menuntut dilaksanakannya sidang istimewa MPR.

d. Meminta pertanggungjawaban presiden.

Untuk melaksanakan agenda reformasi, maka langkah yang dilakukan para mahasiswa dan rakyat adalah menuntut pergantian kepemimpinan nasional.

Tatkala Soeharto terpilih kembali menjadi presiden yang kali ketujuh, para mahasiswa dan rakyat semakin marah. Mereka melakukan demonstrasi di depan gedung DPR/MPR dan di jalan-jalan.

Dalam demonstrasi mahasiswa di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998 terjadi peristiwa Trisakti. Pada saat itu terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan yang menewaskan empat mahasiswa Trisakti, yaitu Elang Mulya Lesmana, Heri Hartanto, Hendriawan Lesmana, dan Hafidhin Royan.

Demonstrasi Mahasiswa

Adanya tragedi Trisakti ini tidak menyurutkan semangat mahasiswa dan rakyat lainnya untuk meneruskan gerakan reformasi. Sejak peristiwa itu, ribuan mahasiswa dan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia berdemonstrasi di berbagai kampus di Jakarta dan di Gedung DPR/MPR RI.

Demonstrasi serupa juga terjadi di berbagai kota di Indonesia, seperti di Yogyakarta, Solo, Surabaya, Makassar, dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Puncak dari demonstrasi mahasiswa terjadi pada tanggal 19 - 21 Mei 1998 di depan Gedung DPR/MPR RI sampai munculnya pernyataan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.
Gambar: Demontrasi menuntur Soeharto Turun

Menanggapi aksi reformasi tersebut, Presiden Soeharto menyatakan akan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi.

Selain itu, juga akan dibentuk suatu Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU pemilu, UU kepartaian, UU susunan dan kedudukan MPR, DPR, dan DPRD, UU antimonopoli, dan UU antikorupsi, sesuai dengan keinginan masyarakat. Anggota komite ini terdiri atas unsur masyarakat, perguruan tinggi, dan para pakar.

Dalam perkembangannya, Komite Reformasi belum bisa terbentuk, sebab 14 menteri dalam kabinet Pembangunan VII menolak untuk diikutsertakan dalam Kabinet Reformasi.

Adanya penolakan itu mendorong Presiden Soeharto untuk memutuskan mundur dari kursi jabatannya. Kemudian, beliau memerintahkan kepada Mensesneg, Sadillah Mursjid untuk segera mempersiapkan proses pengunduran dirinya secara konstitusional.
Gambar: Foto Pengunduran Diri Presiden Soeharto

Beliau juga memerintahkan agar acara pidato pengunduran dirinya dilakukan di Istana Merdeka.
Akhirnya, pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI. Lalu beliau menyerahkan jabatannya kepada B.J. Habibie (wakil presiden). 
Peristiwa pengunduran diri Soeharto ini menandai berakhirnya kekuasaan orde baru yang telah berkuasa selama 32 tahun dan dimulainya pemerintahan baru yang disebut Orde Reformasi.

Mundurnya Soeharto sebagai presiden pada tanggal 21 Mei 1998 dinilai sangat mendadak dan hal tersebut menimbulkan pertanyaan.

Alasan Soeharto Menundurkan Diri

Sebenarnya hal-hal apakah yang mendorong Presiden Soeharto untuk memutuskan mundur? Berikut ini beberapa faktor yang mendorong Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden RI.

a. Pengunduran diri dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban yang tidak perlu di pihak mahasiswa.

b. Soeharto ingin melakukan suksesi ala lengser keprabon madeg pandhito, artinya turun/meninggalkan tahta kerajaan, kemudian terjun ke masyarakat sebagai orang yang dihormati karena pengalaman hidup dan jiwanya yang arif dan bijaksana.

c. Perasaan tidak dipercaya atau perasaan ditinggalkan oleh orang-orang yang telah dibesarkan oleh Presiden Soeharto.

d. Hilangnya kepercayaan rakyat kepada pemerintahan yang dipimpinnya.

e. Gagalnya Presiden Soeharto membentuk Komite Reformasi dan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi.
Namun, faktor yang paling fatal penyebab jatuhnya kekuasaan Orde Baru adalah penolakan dari 14 menteri Kabinet Pembangunan VII untuk bergabung dalam Kabinet Reformasi yang ingin dibentuk Soeharto.
Pengunduran diri Presiden Soeharto disambut gembira oleh puluhan ribu mahasiswa yang menduduki gedung MPR/DPR sejak tanggal 18 Mei 1998.

Mereka kemudian berlari ke arah tangga di gedung utama MPR/DPR sambil menyanyikan lagu “Sorak-Sorak Bergembira”.

Seiring dengan berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya, mereka menaikkan bendera dari setengah tiang (untuk menghormati empat mahasiswa Trisakti yang tewas tertembak) menjadi satu tiang penuh, untuk merayakan kemenangan mereka.

Suasana serupa juga tampak di kota-kota lain termasuk Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Denpasar, Palembang, dan Ujungpandang. Di beberapa tempat, warga masyarakat ikut larut bersama kegembiraan mahasiswa.

Tanggapan Dunia terhadap pendunduran diri Soeharto

Beberapa pemimpin dunia pun turut menyambut baik keputusan Soeharto untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. Mereka adalah Presiden Amerika Serikat (Bill Clinton), Perdana Menteri Jepang (Ryutaro Hashimoto), Perdana Menteri Australia (John Howard), dan Perdana Menteri Selandia Baru (Jenny Shipley). Mereka melihat pengunduran diri Soeharto itu sebagai langkah awal ke arah pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

0 Response to "Pidato Pengunduran Diri Presiden Soeharto dan Alasannya"

Post a Comment