Latar Belakang Berdirinya KAA (Konferensi Asia Afrika)

Berikut ini merupakan pembahasan tentang salah satu organisasi internasional yaitu KAA (Konferensi Asia Afrika), latar belakang konferensi asia afrika, latar belakang berdirinya kaa, latar belakang terbentuknya kaa, latar belakang diselenggarakannya konferensi asia afrika, latar belakang berdirinya konferensi asia afrika.

Kerjasama Internasional

Dapatkah kalian membayangkan, seandainya kalian hidup sendiri tanpa orang tua dan saudara-saudara kalian? Tentu saja kalian tidak dapat melakukannya. Demikian juga jika suatu negara di dunia ini berdiri sendiri.

Bisakah negara tersebut menghidupi rakyatnya? Telah kita ketahui bersama bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari negara lain dan tidak mungkin dapat mencukupi kebutuhan serta mempertahankan eksistensinya tanpa berhubungan dengan negara lain.

Keadaan seperti itu berlaku juga bagi bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia tidak dapat membangun negaranya tanpa adanya hubungan yang baik dengan negara-negara di sekitarnya. Menyadari betapa pentingnya kerja sama dengan negara lain, maka Indonesia berusaha ikut serta dalam berbagai kerja sama di dunia internasional. Kerja sama apa saja yang dilakukan bangsa Indonesia?

Bagaimana peran serta bangsa Indonesia dalam kerja sama tersebut? Dalam pembahasan ini kita akan mempelajari masalah tersebut. Pembahasan materi yang akan kalian pelajari ini akan membuat kalian memahami pentingnya suatu kerja sama dalam menyelesaikan suatu masalah.
Gambar: KAA

Latar Belakang Konferensi Asia Afrika

Pada masa Kabinet Ali Sastroamijoyo I, Indonesia mulai menggabungkan politik bebas aktifnya dengan politik bertetangga baik (Good Neighbour Policy).

Hal ini dilakukan dengan melakukan hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga yang mempunyai persamaan pandangan mengenai politik internasional, terutama mengenai Perang Dingin.

Negara-negara tersebut adalah India, Pakistan, Birma, dan Srilanka. Bersamaan dengan negara-negara tersebut, bangsa Indonesia mengadakan Konferensi Asia Afrika (KAA).
Setelah Perang Dunia II berakhir, di dunia muncul dua kekuatan yang saling bertentangan, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet (sebelum runtuh). Kedua kekuatan tersebut masing-masing mempunyai sistem politik dan bentuk pemerintahan yang berbeda. Amerika Serikat berideologi liberalis - kapitalis dan bersistem demokrasi, sedangkan Uni Soviet berideologi komunis dengan negara sosialisnya. 
Mereka saling bertentangan dan berlomba-lomba menyusun dan mengembangkan kekuatan yang meliputi pengembangan senjata nuklir.

Situasi pertentangan ini disebut Perang Dingin. Di tengah-tengah situasi Perang Dingin inilah bangsa Indonesia bersama empat negara Asia lainnya, yaitu India, Pakistan, Sri Lanka, dan Burma/Myanmar mensponsori adanya konferensi di antara negara-negara Asia dan Afrika.

Mereka sepakat bergabung untuk mengusahakan perdamaian dunia. Keinginan mereka untuk bergabung dilatarbelakangi oleh adanya beberapa persamaan.

Berikut ini persamaan yang dimiliki oleh kelima negara tersebut.

a. Persamaan letak geografis yang berbatasan dan sifat geografis yang sama.

b. Persamaan nasib, yaitu pernah dijajah oleh bangsa Barat.

c. Persamaan hubungan keagamaan dan keturunan.

d. Persamaan dalam menghadapi dan mengatasi masalah dalam negerinya setelah memerdekakan diri, seperti masalah pembangunan ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan.

0 Response to "Latar Belakang Berdirinya KAA (Konferensi Asia Afrika)"

Post a Comment