Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat

Berikut ini merupakan pembahasan tentang faktor-faktor yang dapat menghambat terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat.

Faktor yang Menghambat Perubahan Sosial Budaya

Selain Faktor Pendorong, Ada faktor-faktor yang menghambat atau menghalangi jalannya perubahan sosial budaya. Berikut ini faktor-faktor tersebut.

a. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain

Faktor ini pada umumnya terjadi pada masyarakat yang terisolir, kurang melakukan hubungan dengan masyarakat luar sehingga menyebabkan mereka kurang mendapat informasi tentang perkembangan dunia luar, terutama informasi-informasi yang dapat memperkaya kebudayaannya.

Akibatnya pola-pola pemikiran masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh pola-pola pemikiran sempit serta tetap mempertahankan tradisi yang tidak mendorong kemajuan. Hal ini dapat terlihat pada masyarakat-masyarakat terasing seperti masyarakat Badui Dalam di Banten.

b. Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Lambat

Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat umumnya juga terdapat pada masyarakat yang terisolasi, tertutup atau akibat adanya penjajahan.

Akibat kurang melakukan hubungan dengan masyarakat luar, perkembangan ilmu pengetahuan pada masyarakat terasing maupun tertutup menjadi terhambat.

Hal ini disebabkan karena pada masyarakat terasing tidak dapat mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada masyarakat lain.

Selain itu, penjajahan juga dapat menyebabkan terlambatnya perkembangan ilmu pengetahuan pada suatu masyarakat.

Kondisi ini pernah dialami bangsa Indonesia ketika dijajah oleh Belanda dan Jepang. Banyak masyarakat yang tidak mampu menempuh pendidikan sehingga masyarakat menjadi bodoh.

c. Sikap Masyarakat yang Sangat Tradisional

Sikap tradisional terdapat pada masyarakat yang mengagung-agungkan tradisi dan kejayaan masa lampau serta anggapan bahwa tradisi mutlak tidak dapat diubah.

Kondisi demikian dapat mengakibatkan terhambatnya perubahan sosial dalam masyarakat tersebut. Hal ini dikarenakan masyarakat tidak mau menerima penemuan baru dari luar masyarakatnya.

Padahal dengan adanya sikap terbuka dengan penemuan baru merupakan merupakan salah satu faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial budaya. Akibatnya perubahan apapun yang terjadi pada masyarakat ini akan selalu berlangsung lambat.
Faktor Penghambar Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat
Gambar: Contoh Masyarakat Tradisional

d. Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam Kuat dalam Masyarakat (Vested Interests)

Dalam setiap organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan, pasti ada sekelompok orang yang menikmati kedudukan perubahan.

Misalnya pada masyarakat yang sedang mengalami transisi, biasanya ada kelompok-kelompok dalam masyarakat yang dianggap sebagai pelopor proses transisi.

Karena selalu mengidentifikasikan diri dengan usaha dan jasa-jasanya menyebabkan mereka sulit melepaskan kedudukannya dalam proses perubahan.

e. Rasa Takut akan Terjadinya Kegagalan pada Integrasi Kebudayaan

Perasaan ini muncul karena terdapat anggapan bahwa unsur-unsur dari luar dikhawatirkan akan menggoyahkan integrasi kebudayaan.

Akibatnya mereka menolak unsur-unsur asing yang dikhawatirkan dapat mengakibatkan terjadinya disintegrasi dan perubahan-perubahan pada aspek-aspek tertentu dalam masyarakat. Oleh karena itu mereka senantiasa berusaha menghalangi perubahan sosial budaya di dalam masyarakatnya.

f. Prasangka terhadap Hal-Hal Baru atau Sikap yang Tertutup

Sikap negatif pada masyarakat yang statis menimbulkan prasangka terhadap hal-hal baru. Hal-hal baru dianggap hanya sebagai unsur yang menggoyahkan kondisi sosial dan budaya yang mereka anut.

g. Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis

Kebudayaan yang bersifat ideologis berkaitan dengan apa yang dipikirkan, diyakini, dan dilihat oleh masyarakat sebagai sesuatu yang dianggap ideal.

Keyakinan, nilai, dan idealisme dalam ideologi yang sudah sedemikian tertanam dalam diri anggota masyarakat dapat menjadi penghambat perubahan sosial budaya.

Hal ini terjadi karena masyarakat sudah merasa mapan dengan ideologi yang dianut. Kemapanan tersebut membuat masyarakat sulit untuk menerima perubahan, khususnya perubahan-perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah.

h. Adanya Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya Buruk dan Tidak Mungkin Diperbaiki (Nilai Pasrah)

Anggapan bahwa hidup ini sudah berjalan sesuai relnya dan apa yang terjadi tidak mungkin dapat kembali seperti semula atau tidak mungkin diperbaiki menjadikan sikap pasrah pada kondisi kehidupan.

Sehingga perubahan yang terjadi baik yang menuju ke arah kemajuan atau kemunduran tidak berpengaruh sama sekali dan dianggap suatu hal yang biasa.

i. Adat atau Kebiasaan

Adat atau kebiasaan yang ternyata efektif di dalam memenuhi kebutuhan pokok akan memunculkan krisis. Dengan demikian adat dan kebiasaan yang mencakup bidang kepercayaan, sistem mata pencaharian, cara berpakaian tertentu, dan lain-lain sangat kokoh sehingga sukar untuk diubah.

0 Response to "Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat"

Post a Comment