Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat

Berikut ini merupakan pembahasan tentang faktor penyebab perubahan sosial budaya, faktor internal dan eksternal perubahan sosial, faktor yang mempengaruhi perubahan sosial budaya, dan faktor internal perubahan sosial budaya.

Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor penyebab perubahan sosial budaya dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar masyarakat.

1. Faktor (Internal) dari Dalam Masyarakat 


a. Perubahan Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk suatu wilayah atau negara bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan, baik bertambah atau berkurang jumlahnya. Perubahanperubahan tersebut akan memengaruhi keadaan sosial budaya masyarakatnya.

Contohnya, pertambahan penduduk yang sangat cepat di Pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakatnya, misalnya: orang mengenal hak milik individu atas tanah, sewa tanah, gadai tanah, bagi hasil, dan pembangunan rumah susun yang sebelumnya tidak mengenal pada saat jumlah penduduk masih sedikit.

b. Penemuan-Penemuan Baru

Adanya penemuan baru khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi akan memengaruhi dan membawa perubahan dalam masyarakat.

Contohnya penemuan handphone. Handphone selain mengubah cara berkomunikasi juga dapat mengubah status sosial yang ada di masyarakat.

Dengan memiliki HP model terbaru dan tercanggih dianggap mempunyai status sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai HP. Penemuan-penemuan baru yang membawa pembaruan dalam kehidupan di masyarakat disebut inovasi.
Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat
Gambar: Penemuan HP sebagai Salah Satu Penyebab Perubahan Sosial Budaya

Terjadinya inovasi di masyarakat melalui dua tahap, yaitu:

1) discovery, adalah penemuan dari suatu unsur kebudayaan baru baik berupa ide atau alat oleh orang atau sekelompok orang;

2) invention, adalah penemuan baru yang sudah diakui, diterima serta diterapkan oleh masyarakat.

c. Pertentangan (Konflik) di Masyarakat

Kehidupan masyarakat yang dinamis dan heterogen memungkinkan terjadinya konflik. Konflik dapat terjadi antarindividual, antara individu dengan kelompok maupun antarkelompok. Konflik mudah terjadi pada masyarakat yang sedang berkembang.

Konflik di masyarakat dapat bersumber dari perbedaan pandangan tentang nilai, norma atau adat istiadat, dan perilaku sosial.

Pertentangan tentang nilai, norma, adat istiadat, dan perilaku akan menimbulkan perubahan bila individu atau kelompok tersebut telah beralih dari nilai, norma, adat istiadat, dan perilaku sosial yang telah dijalankan selama ini.

Contohnya pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua dalam menilai dan menyikapi masuknya budaya Barat ke Indonesia. Apabila dalam perkembangan selanjutnya generasi muda menerima dan memakai budaya Barat berarti telah terjadi perubahan sosial dan budaya.

d. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi

Pemberontakan atau revolusi pada suatu negara akan membawa perubahan sosial dan budaya masyarakatnya. Karena revolusi akan berpengaruh besar pada perubahan struktur masyarakat dan lembaga masyarakat mulai dari lembaga yang terkecil yaitu keluarga sampai lembaga-lembaga negara.

Contohnya revolusi yang meletus di Rusia pada tahun 1917 telah mengubah negara Rusia dari bentuk kerajaan absolut menjadi negara diktator proletariat.

Revolusi tersebut juga telah mengubah lembaga-lembaga kemasyarakatan mulai bentuk negara sampai keluarga batih.

2. Faktor (Eksternal) dari Luar Masyarakat


a. Pengaruh Lingkungan Fisik yang Ada di Sekitar Manusia

Faktor lingkungan fisik yang dapat mengubah kondisi sosial budaya masyarakat antara lain adanya gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan angin topan.

Dengan adanya bencana alam tersebut masyarakat pindah ke tempat baru yang lebih aman. Di tempat baru mereka harus menyesuaikan dengan lingkungan alam yang baru. Berarti telah terjadi perubahan sosial budaya.

Contohnya bencana alam tsunami yang mengguncang Aceh menyebabkan perpindahan permukiman rakyat Aceh dari daerah pantai ke tempat yang lebih tinggi yaitu di pegunungan.

Perpindahan ini akan menyebabkan perubahan mata pencaharian dari nelayan ke mata pencaharian yang lain, misalnya pertanian dan perkebunan.

b. Peperangan

Peperangan antara negara satu dengan negara lain menyebabkan perubahan sosial budaya masyarakatnya. Karena negara yang menang perang biasanya memaksakan nilai-nilai dan cara-cara dari lembaga masyarakat yang dianutnya kepada negara yang kalah perang.

Contohnya tergulingnya Rezim Taliban di Afganistan oleh Amerika Serikat menyebabkan perubahan besar-besaran masyarakatnya. Perubahan tersebut terjadi karena Amerika Serikat memberlakukan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di Amerika kepada rakyat Afganistan.

c. Pengaruh Budaya Masyarakat Lain

Faktor pengaruh budaya masyarakat lain lebih mudah terjadi pada masyarakat yang terbuka daripada masyarakat yang tertutup. Pada masyarakat yang terbuka mudah menerima unsur-unsur budaya lain dan mudah berinteraksi dengan masyarakat luar.

Sedangkan pada masyarakat tertutup sulit menerima unsur-unsur budaya luar juga tidak mudah untuk berinteraksi dengan orang atau masyarakat lain.

Apabila dua bangsa atau masyarakat sering berinteraksi maka akan terjadi hubungan timbal balik dan saling memengaruhi. Interaksi tersebut dalam bidang budaya akan menimbulkan terjadinya difusi, asimilasi, dan akulturasi kebudayaan.

0 Response to "Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat"

Post a Comment