Pengertian Musikalisasi Puisi, Contoh dan Cara Membuatnya

Masih jelas tentu dalam benakmu tentang syair, bukan? Tahukah kalian, kalau syair adalah nenek moyang puisi yang kini kalian kenal? Perbedaannya jelas saja mencolok, mulai dari tipografi sampai bahasa yang digunakan.

Ayo bacalah puisi Chairil Anwar berikut ini!

AKU
Karya Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
Kutahu tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku binatang jalang
Dari kumpulan yang terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka yang bisa kubawa berlari 
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

(Deru Campur Debu, 1959:7)

***

Syair Siti Zubaedah

Inilah pesan dagang yang lata
kepada sekalian adik dan kakak
membaca syair jangan dikata
karena tulisan terlalu leta

Pesan kedua ikhlas di hati
kepada sekalian encik dan siti
pikirkan kisah dengan seperti
dari awal akhir ditamati

Encik dan tuan lebai dan haji
jika tuan berkehendak membeli
syair dan kitab banyak sekali
harganya murah tiada terperi

***


Pengertian Musikalisasi Puisi, Contoh dan Cara Membuatnya
Musikalisasi Puisi

Berdasarkan salah satu contoh di atas, jelaslah bahwa puisi dan syair sangat jauh berbeda. Perbedaan utama terdapat pada bahasa. Puisi menggunakan bahasa Indonesia sedangkan syair bahasa Melayu lama.

Namun, keduanya memiliki persamaan yakni bahasa yang digunakan bersifat kiasan, konotatif, dan mengandung unsur metafora. Artinya, katakata dalam puisi dan syair dipilih secara cermat sehingga memiliki makna yang lebih dalam, bukan makna sebenarnya dan multitafsir.

Bahasanya yang konotatif dan berkias itu membuat bahasa puisi menjadi indah dan menarik untuk dihayati maknanya. Proses penghayatan terhadap puisi sehingga pembaca merasa memperoleh kenikmatan ketika membaca puisi termasuk salah satu proses apresiasi terhadap puisi.

Proses apresiasi itu dapat dilakukan dengan banyak cara. Bisa membacanya dalam hati, mendeklamasikannya, atau menyanyikan lariknya.

Pengertian Musikalisasi Puisi

Puisi dapat diapresiasi dengan beragam cara, salah satunya dengan cara dilagukan. Kegiatan mengapresiasi puisi dengan menyanyikan liriknya disebut musikalisasi puisi.

Proses melagukan larik puisi disebut musikalisasi puisi. Kegiatan ini sangat menyenangkan, karena kalian dipersilakan untuk menjadikan puisi sebagai lirik lagu dengan irama sesuka hatimu. Namun, tentu saja, harus selaras dengan tema puisi.

Puisi berisi kesedihan, kematian, dan kegalauan tidak mungkin dinyanyikan dengan nada tempo cepat, begitu pula puisi kebahagiaan, semangat, atau perjuangan tidak mungkin dilagukan dengan nada lambat. Intinya, ketika mengaransemen sebuah musik untuk puisi unsur harmonisasi pun harus menjadi pegangan.

Contoh musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono!

Aku ingin mencintaimu
dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat
disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada

Aku ingin mencintaimu
dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat
disampaikan kayu kepada api
yang menjadikannya abu

0 Response to "Pengertian Musikalisasi Puisi, Contoh dan Cara Membuatnya"

Post a Comment