Contoh Laporan Peristiwa Yang Mengandung Unsur 5W+1H Dan Cara Membuatnya

Pembahasan kali ini adalah tentang cara membuat laporan kegiatan (Peristiwa) yang mengandung unsur 5w+1h, contoh laporan kegiatan dan contoh laporan peristiwa.

Contoh Laporan Peristiwa “Berwisata Kuliner”

Berwisata, memang mengasyikan, kita mengunjungi beragam tempat untuk menikmati panorama alam, bermain, atau sekadar jalan-jalan menghilangkan penat. Kini, banyak sekali istilah di bidang wisata. Wisata bahari, wisata agraris, wisata belanja, juga wisata kuliner.

Membaca kata wisata kuliner, berarti yang menjadi objek wisata adalah tempattempat yang menjual masakan atau makanan. Wah ... pasti lebih menyenangkan.

Pernahkah kamu bersengaja melakukan wisata kuliner? Misalnya mengunjungi sebuah pusat jajanan di tengah kota. Ada beragam penganan dan masakan siap saji. Kamu tinggal memilih salah satu makanan saja atau beberapa jenis makanan dari berbagai selera.

Nah, temanmu dari Yogyakarta ini mempunyai pengalaman berwisata kuliner bakso di daerahnya. Kita baca laporannya ya ....

***


Bakso Bawor, Jajan Bakso di Tengah Kampung

Hari ini, pukul 15:36 Yogyakarta hujan, tidak deras memang, tetapi cukup menyamankan suasana siang yang biasanya terik dan panas. 

Nah, kalau sedang hujan gerimis seperti ini, rasanya perut ingin diisi makanan enteng tetapi menghangatkan. Aku teringat daerah Samirono. Oleh karena itu, dengan bersepeda, aku dan Maya, temanku menuju kawasan itu.

Warung bakso bawor sesak dipenuhi pembeli. Maklum, bakso bawor memang jajanan yang terkenal di sini. Walaupun letaknya di jantung perkampungan yang agak tersembunyi, tetapi peminatnya sangat banyak. Sekarang aku pun harus mengantre menunggu pesanan bakso baworku.


Contoh Laporan Peristiwa Yang Mengandung Unsur 5W+1H Dan Cara Membuatnya
Akhirnya dua mangkok bakso panas pesanan kami datang juga. Bakso bawor tidak menggunakan mangkok ayam jago yang menjadi trademark warung bakso. Mereka memakai mangkok biasa yang ukurannya lebih besar . . . asyiiiikkk. Isi bakso bawor terdiri atas tiga bakso ukuran sedang, beberapa bakso goreng yang sudah dipotong dan irisan tahu.

Hari ini saya sedang tidak suka sambal. Saya pun tidak membubuhkan saus ke dalam bakso saya. Saya takut, kalau saus yang digunakan mengandung zat aditif yang membahayakan. Lagi pula, untuk menikmati rasa asli bakso, kuah bakso harus bening.

Seperti tradisi mayoritas pemakan bakso nasional, saya makan mienya terlebih dahulu dengan ditemani tahu dan bakso goreng yang teksturnya renyahrenyah-empuk.

Baksonya tentu saja menjadi ‘gong’ yang dinanti-nanti untuk menutup acara makan dengan menyenangkan. Rasanya, tidak ada orang yang makan mie bakso tanpa menyisakan bakso dagingnya untuk dimakan terakhir. Bakso yang kenyal dan gurih serta terkadang dihiasi urat yang mantap memang daya tarik utama dari mie bakso. Setuju? (ang)

Sumber : trulijogja.com tanggal 14/03/2007 pukul 15:36
dengan perubahan seperlunya.

***
Pempek Jajanan Khas dari Palembang
Contoh Laporan Peristiwa Yang Mengandung Unsur 5W+1H Dan Cara Membuatnya
Pempek Khas Palembang
Tahukah kamu makanan yang bernama pempek? Di beberapa sudut kota yang kamu tinggali mungkin ada penjual jajanan enak ini. Kini, untuk menikmati pempek, kamu tidak perlu pergi ke tempat asal makanan ini diciptakan, yaitu di Palembang.

Pempek merupakan jajanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan tepung kanji. Cara menikmatinya ditambah cuko atau cuka. Cuko atau Cuka dibuat dari gula putih, gula merah, bawang putih, cuka makan dan cabe. Rasa asam cuka itulah yang menyebabkan cairan sedap ini disebut cuko.

Konon, pempek merupakan masakan peranakan yang sudah ada sejak abad ke-17. Seorang Tionghoa gaek (Tinghoa-apek) merasa sayang melihat ikan belida yang melimpah di Sungai Musi. Setelah menguji coba resep, ia berhasil membuat ikan menjadi semacam kue. 

Ia kemudian menjajakan kue itu dengan bersepeda keliling kota. Pembeli berteriak memanggilnya dengan sebutan Ikuo apeek!. Lama-lama panggilan itu disebut ‘empek-empek’ dan kemudian menjadi ‘pempek’.

Seiring semakin langkanya ikan belida, semakin jarang penjual pempek mengkhusukan menggunakan ikan belida. Pempek dengan bahan dasar ikan belida lebih mahal dibandingkan pempek berbahan dasar ikan gabus atau ikan tenggiri. Oleh karena itu, tentu saja, pempek ikan belida rasanya istimewa, cukanya dahsyat.

Pempek memiliki beragam jenis dan ukuran. Ada jenis bunder atau adaan, lenjer, telur besar atau kapal selam, telur kecil, pistel atau pastel (berisi pepaya muda dan ebi), dan pempek kerupuk atau pempek keriting. Semua jenis pempek ini, sebelum disajikan dengan cuko digoreng terlebih dahulu.

Tidak semua pempek digoreng, ada pula pempek yang dipanggang. Ada dua jenis pempek panggang, yaitu yang berbentuk bulat dan yang dipanggang dengan telur atau disebut lenggang. 

Setelah dipanggang pempek bulat diisi sambal dan bubuk ebi lalu disajikan dengan kuah cuka. Lenggang adalah beberapa pempek lenjer yang dipanggang dalam takir daun pisang, lalu dituangi kocokan telur ayam. Pempek jenis ini juga disajikan dengan kuah cuka.

Sumber : Jalansutra edisi 24 Oktober 2007 dengan perubahan seperlunya.

***

Setelah membaca laporan tertulis tadi, cobalah untuk menjawab beberapa pertanyaan ini dengan kalimat yang baik!

1. Apa topik laporan di atas?

2. Apa saja yang dilaporkan?

3. Kapan temanmu melaporkan wisata kuliner ?

4. Di mana temanmu melaporkan wisata kuliner?

5. Mengapa temanmu melaporkan wisata kuliner tersebut?

6. Bagaimana keadaan warung bakso pada saat temanmu melaporkan ?

7. Cobalah kamu ungkapkan kembali dengan bahasamu sendiri laporan di atas di depan kelas!

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kamu telah diarahkan bagaimana cara melaporkan suatu peristiwa atau kegiatan.

Cara Membuat Laporan Kegiatan (Peristiwa)

Dalam pelaporan suatu peristiwa, hal yang paling penting harus kamu kuasai adalah rumus 5 W dan 1 H. Dalam bahasa Inggris, istilah 5 W dan 1 H itu adalah What, When, Where, Who, Why dan How.

Dalam bahasa Indonesia istilah-istilah itu berarti Apa (yang dilaporkan), Kapan (dilaporkan), Di mana (dilaporkan), Siapa (yang dilaporkan/melapor), Mengapa (peristiwa itu dilaporkan), dan Bagaimana (siatuasi/peristiwa yang dilaporkan).

Secara ringkas, sebelum kamu melaporkan suatu kegiatan atau peristiwa, lakukanlah proses-proses berikut ini :

a. Tentukanlah butir-butir 5 W dan 1 H sebelum pergi berwisata!

b. Buatlah catatan kecil untuk hal-hal yang menarik bagimu!

c. Setelah berwisata, tulislah laporanmu berdasarkan kriteria 5 W dan 1 H!

d. Laporkanlah dengan kalimat yang baik (tanpa melihat catatanmu) hasil kegiatan wisatamu!

0 Response to "Contoh Laporan Peristiwa Yang Mengandung Unsur 5W+1H Dan Cara Membuatnya"

Post a Comment